Menanti MA Kembali Menggelar Sidang Terbuka untuk Umum

Andi Saputra – detikNews

Jakarta Masyarakat hampir setiap hari disuguhi pemberitaan sidang di pengadilan tingkat pertama. Namun apakah masyarakat pernah melihat proses sidang di tingkat banding dan Mahkamah Agung (MA)? Gara-gara proses ini tidak transparan, Muhamad Zainal Arifin menggugat KUHAP dan UU Kekuasaan Kehakiman.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai advokat ini memohon Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan sidang di semua tingkatan peradilan harus benar-benar terbuka untuk umum dalam arti sebenarnya.

Dalam catatan detikcom, Rabu (12/9/2012) seperti dikutip dalam buku ‘Runtuhnya Institusi Mahkamah Agung’ karya Sebastian Pompe, sidang yang benar-benar bisa diikuti masyarakat umum pernah dilakukan saat MA dibawah kepemimpinan Subekti pada 1968-1974. Yaitu dengan para hakim mengenakan toga dan para pengacara diizinkan hadir. Pada era Ketua MA Seno Adji, praktek ini dilakukan secara pilih-pilih yaitu hanya untuk kasus-kasus menarik perhatian publik saja.

Praktek ini lalu dihentikan pada masa Ketua MA Mudjono pada 1981, ketika banyak hakim menganggap hal itu mustahil dilakukan. Alasan MA sederhana yaitu hanya ada satu aula besar yang cuma dipakai untuk keperluan-keperluan seremonial. Akibatnya para hakim terpaksa mengumumkan vonis secara resmi di ruangan mereka masing-masing. Biasanya dilakukan di ruang ketua Tim.

Peristiwa itu dilambangkan terbuka untuk umum sebagaimana ditetapkan UU dengan membuka pintu yang terbuka yang menghadap ke koridor. Dalam musyawarah itu, para hakim tidak mengenakan toga, hanya duduk mengitari meja dan memeriksa perkara, mengumumkan putusan mereka.

Lalu apakah pembacaan putusan di ruang Ketua Tim ini bisa dihadiri pihak luar? Sepanjang catatan detikcom hingga hari ini, pengumuman itu tidak bisa diikuti oleh orang luar.

Menurut Ketua Komisi Yudisial (KY) saat itu, Busyro Muqoddas, sidang terbuka untuk umum dalam arti sebenarnya pernah dihidupkan lagi oleh Ketua MA, Bagir Manan pada kasus Akbar Tanjung.

“Ini saya pikir, bisa dicontoh. Karena salah satu prinsip hakim adalah publisitas,” kata Busyro Muqodas kepada wartawan pada awal 2010 lalu mengomentari ketertutupan MA.

Namun setelah itu, kembali sidang terbuka untuk umum tidak diteruskan oleh penerus Bagir Manan. Baik Harifin Tumpa atau Ketua MA saat ini, Hatta Ali.

(asp/try)

Sumber:

http://news.detik.com/read/2012/09/12/092342/2015548/10/menanti-ma-kembali-menggelar-sidang-terbuka-untuk-umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s